Selasa, 05 Februari 2013

MISTERI SHALAT SUBUH


AYO BUDAYAKAN SHOLAT SUBUH DI MASJID
Disarikan dari buku:  MISTERI SHALAT SUBUH
Karya Dr. Raghib As-Sirjani

IRONI SHOLAT SUBUH
Ada seorang ustad yang giat berdakwah menyerukan tegaknya syariat Islam. Herannya dia tidak pernah bisa ditemui saat sholat Subuh di masjid. Saat ditanya kemana, dengan ringan dia menjawab: “Pekerjaan menuntut saya bekerja lebih lama, sehingga waktu tidur saya terlambat. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun.”

Ada seorang kawan yang menyetel alarm untuk bangun tengah demi pertandingan Liga Champion, tetapi tidak pernah dilakukan untuk bangun sholat Subuh. Gilanya lagi, banyak orang yang menyetel alarm jam 6 pagi. Kenapa tidak jam 4 pagi?

Ketika harus naik pesawat jam 6 pagi, apakah kita akan berusaha tiba di bandara 1 jam sebelumnya?  Atau kita hanya pasrah karena tidak mungkin tiba 1 jam sebelumnya? Ketika harus masuk kerja jam 8 pagi, apakah kita rela bangun lebih pagi agar bisa tiba tepat waktu di kantor?  Apalagi bagi yang tempat tinggalnya jauh, mampukah kita bangun lebih pagi agar tidak terlambat? Atau anda akan selalu meminta izin kepada pimpinan setiap hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk datang pagi-pagi?

Mengapa kita tidak berani minta izin kepada atasan kita padahal dia manusia biasa. Sementara kita begitu mudahnya “meminta izin” kepada Allah, yang telah menciptakan kita dan juga pimpinan kita, untuk terlambat mendirikan sholat Subuh?

Coba renungkan!!!!
Kalau ada orang kaya yang berjanji memberikan uang Rp100 juta jika datang ke rumahnya tepat jam 5 pagi Apakah kita akan mendatanginya?  Atau apakah kita menolak hanya karena tidak bisa mengatur waktu bangun tidur? Sesungguhnya permasalahannya kembali pada kemauan: KITA MAU ATAU TIDAK!!!

“Pernah, salah seorang penguasa Yahudi menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat subuh menyamai jumlah jamaah sholat Jumat”

SHOLAT SUBUH SEBAGAI UJIAN
Sholat Subuh itu sangat berat.  Buktinya, jumlah shaf jamaah sholat Subuh biasanya jauh lebih sedikit dibandingkan shalat lainnya. Ini membuktikan bahwa sholat Subuh adalah ujian. Selain itu, sholat Subuh memiliki kriteria layaknya ujian, antara lain: pasti sulit tetapi tidak mustahil untuk dilakukan.

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung didalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

KEISTIMEWAAN SHOLAT SUBUH
Pahala sholat malam satu malam penuh
“Barangsiapa yang sholat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah sholat setengah malam. Dan barangsiapa sholat Subuh berjamaah maka seakan-akan dia telah melaksanakan sholat malam satu malam penuh.”  (HR Muslim)

Sholat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari Kiamat saat semua sumber cahaya di dunia akan padam.
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Berjalan dalam kegelapan : Sholat Isya’ dan Subuh

Dijanjikan Surga
“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.”  (HR Bukhari).
Yang dimaksud dua waktu dingin itu adalah ashar dan subuh. Melihat Allah; Ada yang lebih diinginkan manusia selain surga, yakni melihat Allah di surga. Bagaimana caranya?
“Kami sedang duduk bersama Rasulullah, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ‘Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan sholat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sholat sebelum terbenam matahari (Ashar). Maka lakukanlah.”  (HR Bukhari dan Muslim)

Terdapat sholat sunnah yang lebih mulia dari dunia seisinya
“Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya”  (HR. Muslim).

Waktu yang disaksikan; Waktu Subuh adalah waktu yang disaksikan hamba Allah yang mulia, yaitu para malaikat.
”Sholat berjamaah lebih utama dari sholat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh lima lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu sholat Subuh.”
(HR  Bukhari).

Berada di bawah Lindungan Allah
“Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh maka ia berada dalam jaminan (perlindungan) Allah.”
(HR Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Berkah; Rasulullah SAW menarik perhatian pada sahabat dan perhatian kita dengan pernyataannya bahwa keberkahan itu ada di waktu pagi. “Ya Allah berkatilah umatku di waktu pagi.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Banyak berjalan artinya terbiasa atau membiasakan diri. Dalam kegelapan artinya sholat Isya’ dan sholat Subuh. Menuju Masjid artinya berjamaah di masjid bukan di rumah (khusus laki-laki).

TIPS SHOLAT SUBUH
1.       Ikhlas
2.       Tekad yang kuat
3.       Berdoa kepada Allah agar dibangunkan saat fajar
4.       Berteman dengan orang shalih yang mau membangunkan
5.       Mengatur pola tidur
6.       Tidak tidur dalam keadaan kekenyangan
7.       Bel pengingat: alarm, bel pintu dari tetangga, dan telepon dari sahabat
8.       Berdakwahlah mengajak orang lain untuk sholat Subuh berjamaah, agar diri terpacu untuk melakukan hal yang sama

AYO KITA GALAKKAN SHOLAT SUBUH DI MASJID UNTUK MENYONGSONG KEBANGKITAN ISLAM.
Kalau bukan kita siapa lagi?
Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Sabtu, 25 Februari 2012

Sifat-sifat Rasulullah

Mengenali sifat-sifat Rasulullah Muhammad SAW adalah awal penting jika kita serius ingin mengikuti segala keteladanan beliau. Banyak sekali hadits yang menceritakan sifat-sifat beliau yang sangat luar biasa. Diantara sifat-sifat beliau tersebut adalah sebagai berikut:
1. Baik hati;
2. Jujur;
3. Pemalu;
4. Lemah lembut;
5. Rendah hati;
6. Tidak pernah memberatkan orang lain;
7. Sangat sederhana;
8. Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan;
9. Suka memaafkan dan merelakan;
10. Penuh kasih sayang (baca kisah Rasulullah SAW dan bocah malang)
11. Selalu memberi petunjuk;
12. Selalu tersenyum;



Referensi:
  1. Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau. Badan beliau tidak berbulu tebal, tapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar beliau. Jika beliau sedang berhadapan dengan seseorang, maka beliau akan mengarahkan wajah beliau ke orang tersebut (penuh perhatian). Diantara tulang belikat beliau “tanda” kenabian beliau. Beliau adalah orang yang paling baik hati, orang yang paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekati beliau akan langsung merasa hormat dan khidmat. Dan siapa yang bergaul dengan beliau akan langsung menghargai dan mencintainya. Saya belum pernah melihat orang lain seperti beliau. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
  2. Abu Sa’id Al-Khudri RA mengatakan: “Rasulullah itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)
  3. Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah. Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah berkata kepadanya: “Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)
  4. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa.Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  5. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: Kami, keluarga Muhammad, tidak pernah menyalakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari)
  6. Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Rasulullah SAW bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan.(H R. Ahmad)





Minggu, 22 Januari 2012

Kata Mutiara – Kalimat Motivasi Hikmah Islami

Masihkah kita mempertanyakan nikmat yang sudah diberikan oleh ALLAH SWT pada kita? – Dibalik setiap peristiwa ada kebaikan yang membuatmu jadi lebih hidup dalam menjalani kehidupan!!
Suatu kenikmatan menjadi muslim adalah kita memiliki semua yang kita perlukan untuk menjalani hidup. Dalam suatu firmannya, ALLAH SWT Bersabda ” Mohonlah Perlindungan pada-KU dengan Sabar dan Shalat”
Kesuksesan bersaudara dengan kegagalan, berbaik-baiklah dengan 2 bersaudara ini, serahkan pada ALLAH SWT semua urusan, entah sukses ataukah gagal yang pasti tetap berusaha… itulah tugas kita. Semangat!
Siapa yang tahu apa yang akan terjadi besok? Hari esok pasti akan datang, entah bagaimana dan apa yang terisi didalamnya… Panjatkan permohonanmu pada ALLAH SWT, semoga esok memang lebih baik dari hari ini ataupun kemarin. Laa Haula wa laa Quwwata illa billah Al-Aliy Al-Adzhim!!!
Subhanallah… selalu ada pelajaran dalam setiap untaian detik demi detik kehidupan yang kita jalani… Yuk kita pelajari 
Serahkan segalanya pada ALLAH SWT lalu Jalani dan nikmati … it works 
Dalam banyak ayat-ayat Al-Quran kita temukan penjelasan tentang betapa bagusnya hubungan bisnis yang satu ini. Yaitu, berbisnis dengan Yang Maha Kaya, Maha Adil dan Bijaksana
Bismillah… Yuk ciptakan satu saja kesuksesan, walau pun kecil insyaALLAH bisa memicu lahirnya kesuksesan demi kesuksesan lainnya, karena besar atau pun kecil suatu kesuksesan, kesuksesan tetaplah suatu kesuksesan, memberimu lebih banyak lagi semangat dan energi untuk terus bergerak dan bergerak. Semangat! 
Kata Syariah tidak mewakili agama Islam secara utuh, karena dalam banyak hal ada Akhlaq yang menjadikan syariah bersifat akomodatif terhadap pembaharuan zaman
Cintailah dirimu karena itu lah satu bukti kecintaanmu pada Yang Menciptamu. Love You Andri yarusman … muaachhhhh 
YMK bukan tidak mendengar, namun Ia sedang menguji keimanan kita… saat setiap ujian itu bisa dilewati dengan baik, insyaALLAH… tidak hanya keutamaan namun apa yang selama ini kita panjatkan pada-Nya akan diberikan… ALLAH SWT Sangat Baik! jauh diatas setiap definisi kebaikan yang pernah kita ketahui… Be Strong.. Be more patient… be wise…
Alhamdulillah, selalu ada setetes semangat yang sanggup membendung kepenatan hidup
Tinggalkan yang haram dengan penuh keikhlasan dan tawakkal akan ALLAH SWT berikan ganti untukmu yang halal dan berlipat ganda! InsyaALLAH pasti!
Cari dan buatlah celah yang dapat membuat-mu senang dalam beribadah, hingga akhirnya ibadah akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagimu!
Manusia lebih dari sekedar onggokan daging, darah dan tulang benulang. Selamilah kedalaman diri sampai yang terdalam akan mengenalkanmu pada Hakikat Tuhan Sang Pencipta!
Badan kasar kok sebegitunya dipelihara, sikut kiri kanan menghalalkan segala cara, korupsi dstnya bahkan aqidah pun sampai tergadai, padahal nanti juga hanya akan ditinggal jadi bangkai yang rusak dimakan tanah, sebaik mungkin badan alus yang sejatinya hidup inilah yang dipelihara, beri keimanan dan pemahaman agama yang benar dan lurus, itu kalau mau hidup selamat dunia akhirat
Berlaku adil yang terutama adalah keadilanmu terhadap Sang Pencipta, dalam satu hari hidupmu, lihatlah berapa hak Tuhan yang sudah engkau langgar?
Kurang baik apa Tuhan sang Pencipta, sekali pun engkau berburuk sangka pada-Nya, Dia masih bermurah hati memberikan mu berjuta karunia. Milik Tuhan adalah kebenaran mutlak, Dia lah sumber segala ilmu, apa yang belum nampak bagimu bukan salah-Nya namun Kesalahanmu karena belum menggunakan akal mu dengan baik … Berfikir bukan dengan nafsu saudaraku, tapi dengan ilmu!
Permudahlah ibadahmu untuk tidak mempermudahnya
Ayo nikmati dan resapi dimensi kehidupan Ghaib kita jangan hanya Materi 
Begitu mudahnya bersedekah, setetes kopi manis di teras kontrakan dan secuil roti menjadi sumber makanan sekumpulan semut, masih merasa sulit bersedekah?? 
Al-Haqqu Bi laa Nidzamin Yaghlibuhul Baathilu Binnidzamin. Kebenaran tanpa didukung oleh pengorganisasian yang baik akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir … Sekalipun niat anda baik, dukunglah dengan pengorganisasian yang baik pula dengan begitu nilai kebaikan niat anda akan terjaga sampai kepada realisasinya!
Keimanan menjadi perisai yang melindungimu dari kesalah pahaman akan rencana ALLAH SWT yang tengah berlangsung atas dirimu. Dan dari kesabaran akan engkau dapatkan kemudian hikmah dari berbagai keadaan
Begitu mudahnya bersedekah, sehingga merugilah seorang hamba yang dalam satu hari hidupnya dilewatkan tanpa bersedekah, begitu mudahnya berdzikir yang dengannya InsyaALLAH SWT hati akan bersih, jiwa akan tenang dan pikiran menjadi lebih terang
Agama ini punya istrument yang sangat luar biasa bagi pemberdayaan umat jika digali dan dikembangkan secara benar 
Syukur = Doa Mustajab, Bersyukur adalah berdoa, perbuatan hati ini adalah doa yang datang langsung dari hati dan perasaan yang sadar hingga menjadikannya sebagai doa yang sangat mustajab.

Kamis, 11 Agustus 2011

Aktifitas Positif selama Puasa


Berpuasa bukan halangan untuk menjalankan aktivitas kita sehari-hari, terlebih lagi jika kita bermalas-malasan tubuh akan semakin lemas.  Nah kali ini kita ada beberapa tips untuk menjalankan aktivitas puasa bagi kamu yang libur selama bulanpuasa.
1. Atur Ulang Rumah atau Kamarmu
Bagi yang sudah memiliki rumah sendiri kamu bisa mengatur ulang rumahmu saat berpuasa, misalnya kamu bisa menambahkan rak buku unik di sudut ruang keluarga atau tanaman dengan wadah cantik.  Buat yang belum punya rumah sendiri kamu bisa percantik kamarmu misalnya dengan mengganti wall cover, tirai atau mengecat ulang kamarmu
2. Berkebun atau Merawat Taman
Kamu punya sudut taman tak terawat di rumah, coba deh perhatikan, jika selama ini orang tuamu nggak sempat maka selama puasa dan liburan ini kamu bisa mulai menatanya.  Taman yang cantik akan menyegarkan pandangan mata
3. Nonton DVD Ilmu Pengetahuan yang belum sempat kamu tonton
Jika selama ini ada beberapa DVD yang belum sempat kamu tonton, maka saatnya nih libur kamu menontonnya tetapi ingat ya jangan sampai dari pagi sampai sore tuh nontonnya. Utamakan menonton DVD mengenai ilmu pengetahuan
4. Mengkhatamkan Alquran
Nah saat puasa memang saatnya untuk memperbanyak ibadah, kali ini kamu bisa mengkhatamkan alquran jika selama ini belum sempat
5. Belajar Memasak
Mumpung libur dan nggak ada kegiatan apa-apa nih mendingan kita coba belajar memasak yuk.  Kamu bisa lihat resepnya di makanplus kan.  Hasilnya bisa dimakan saat berbuka tuh
6. Membaca Buku
Punya buku-buku tebal dan belum sempat dibaca, nah saat yang tepat nih untuk membacanya, tetapi baca jangan sambil tiduran ya, nanti kepalamu jadi tambah pusing
7. Jalan-Jalan ke Museum
Boleh juga jalan-jalan saat berpuasa, kamu bisa pergi ke museum melihat hal-hal yang selama ini kamu belum ketahui.  Museum air tawar di taman mini juga asyik tuh
8. Olahraga Ringan
Kamu bisa lakukan olahraga ringan agar tubuh tetap bugar seperti jogging atau fitness dirumah
Nah dengan kegiatan ini, puasamu jadi nggak terasa kan, coba aja dipraktekkan ya

Sumber : lapar.com

Minggu, 07 Agustus 2011

Menafkahkan Harta di Jalan Allah (Bersedekah)

(2:261)
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.  Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

(2:262)
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(2:263)
Perkataan yang baik dan pemberian ma'af  lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

(2:264)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir .

(2:265)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

(2:266)
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya .
Publish Post

(2:267)
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya.  Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

(2:268)
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia . Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

(2:269)
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

(2:270)
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan , maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

(2:271)
Jika kamu menampakkan sedekah(mu) , maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya  dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(2:272)
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

(2:273)
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

(2:274)
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Terjemah Al Qur'an

Kamis, 04 Agustus 2011

KEKHUSUSAN & KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN


1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta'ala :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183).

Sabda Nabi :

Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi:
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Dan sabda Nabi :
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:

    • Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
    • Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta 'ala.
2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
3. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi
"Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do'a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :
"Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do'a kita.
5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
7. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.
Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.
Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi :
"Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. " (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) "' Lihat kitab An Nasha i'hud Diniyyah, him. 37-39.
Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur'an, dzikir, do'a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.
Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.
Tentang keutamaan Ramadhan, bersabda:
'"Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang " (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).
"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum 'at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. " (HR.Muslim).
Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.
Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur'anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya. Lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74 - 76. 

Minggu, 17 Juli 2011

Wasiat Rasulallah SAW

Oleh Syed Hasan Alatas

Menjelang akhir Hayat Rasulallah s.a.w. yaitu pada tahun 10 Hijriah, Nabi Muhammad s.a.w. bersama seluruh Ummat Islam yang datang dari segenap penjuru, telah menunaikan Haji/'Umrah yang terakhir bagi Nabi s.a.w.yang disebutkan juga dengan Haji Wada' (Haji Perpisahan) karena setelah delapan puluh dua hari sesudah itu Rasulallah s.a.w. wafat meninggalkan dunia yang fana ini, kembali ke Ramatullah.

Nabi s.a.w. bersama Ummat Islam yang sangat ramai ketika itu (ratusan ribu) telah menyampaikan banyak pesanan kepada seluruh Ummat Islam untuk dilaksanakan. Khutbah Nabi s.a.w.di Padang Arafah (suatu kawasan padang yang luas, terletak di kaki Jabal Rahmah (bukit Rahmah), kira-kira 22 km sebelah tenggara kota Makkah). Wukuf di 'Arafah disebut juga dengan Hari 'Arafah (hari Perkenalan/Pertemuan).
Dalam Khotbah Nabi s.a.w. yang ditujukan kepada seluruh Ummat Islam ketika itu dan juga supaya disampaikan kepada seluruh Ummat Islam sekarang ini dan kepada seluruh Ummat Islam hingga qiamat (ketika alam dunia ini telah dihancur leburkan). Bumi dengan segala isinya telah hancur lebur. Gempayang dahsyat telah membuat segala apa yang ada dibumi ini menjadi puing ataupun runtuhan. Manusia ketika itu tidak tentu arah, masing-masing coba menyelamatkan diri mereka, tetapi kemana-manapun serupa keadaannya.
Masa itu adalah masa akhirnya bagi segala kehidupan dan kesenangan dunia, diganti dengan Kehidupan Akhirat, kehidupan yang abadi. Hari kiamat merupakan Hari Kebangkitan kembali, hanya Hukum Allah s.w.t. sahaja yang berlaku. Manusia terpaksa tunduk dan mempertanggung jawabkan akan segala apa yang telah mereka lakukan selama mereka hidup didunia. Oleh karena itu sebelum tibanya kiamat, masih ada kesempatan bagi seluruh Ummat Islam, memperhatikan dengan serius Khotbah Nabi s.a.w. ini untuk dilaksanakan, supaya kita terselamat didunia dan akan bahagia diakhirat Insya-Allah.
Dalam Khotbah Nabi yang mulia ini, Rasulallah s.a.w, berwasiat kepada seluruh Ummatnya, antara lain Nabi bersabda: "Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Kami memujiNya. Kami mohon PertolonganNya, kami mohon keampunanNya akan segala dosa-dosa kami dan melahirkan taubat kami di hadapanNya. Kami mohon perlidungan dari pada keburukan hati kami dan segala kejahatan yang telah kami lakukan. Sesiapa yang telah dipimpin Allah kejalan yang lurus, maka tiada seorangpun boleh menyesatkannya, dan barangsiapa yang tidak diberi petunjuk oleh Allah maka tiada siapa yang dapat memandunya kejalan yang benar".
Nabi s.a.w. menyampaikan wasiatnya ini kepada seluruh Ummat Islam dimanapun mereka berada ketika itu hingga berakhirnya alam yang fana ini.
Nabi bersabda lagi yang maksudnya: "Aku isytiharkan kebenaran ini bahwa tidak ada Tuhan lain, melainkan Allah dan aku isytiharkan kebenaran ini, bahwa Muhammad itu hambaNya dan RasulNya. Wahai hamba-hamba Allah, aku nasihatkan kamu supaya menyembah Allah. Aku mulakan kata-kata yang suci ini.
Selepas itu aku nyatakan kepadamu, wahai manusia! Dengarkanlah perkataanku dengan sebaik-baiknya ketika aku berucap, karena aku merasa aku tidak lagi berpeluang menemui kamu di sini selepas tahun ini. Tahukah kamu semua hari apakah ini? Inilah hari Nahar, hari korban yang suci. Tahukah kamu semua bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kamu semua tempat apakah ini? Inilah tempat yang suci. Oleh karena itu aku sampaikan kepada kamu semua bahwa, darah dan harta kamu adalah diharamkan bagi seseorang terhadap yang lainnya".
Nabi s.a.w. melanjutkan khotbahnya: "Semuanya mesti kamu sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sucinya bulan ini, sucinya tempat ini."

 Lalu Nabi s.a.w. melanjutkan ucapan beliau: "Hendaklah berita ini kamu sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadhir ditempat ini." (oleh karena itu menjadi kewajiban pula bagi seluruh Ummat Islam yang ada sekarang ini dan selepas ini, supaya menyampaikan wasiat yang sangat penting ini kepada seluruh manusia, dengan segala daya yang ada pada kita). Sambil itu Nabi s.a.w. bertanya kepada Ummat yang hadir, "Adakah aku telah menyampaikan kepadamu semua? Ummat yang hadir menjawab dengan sepontan: "Memang benar, engkau telah menyampaikannya". Lalu Nabi s.a.w. memohon kesaksian dari Allah s.w.t: "Ya Allah! Saksikanlah." Nabi s.a.w. melanjutkan: "Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan kamu adalah satu, dan sesungguhnya kamu berasal dari yang satu. Semua kamu berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Wahai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang telah kusampaikan kepadamu, semoga kamu akan bahagia untuk selama-lamanya dalam hidupmu. Wahai manusia, kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka adakanlah perbaikan diantara sesama saudara."
Nabi s.a.w.melanjutkan khotbahnya dengan sabdanya: "Bukankah aku telah meninggalkan kepadamu panduan yang benar, dan bila kamu berpegang teguh dengannya, kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan Sunnahku".
Rasulallah s.a.w. melanjutkan Khotbahnya: "Waspadalah atas segala apa yang telah kusampaikan,Ya Allah Engkaulah yang akan menjadi saksi atas kami!"
Nabi s.a.w.meneruskan sabdanya: "Barangsiapa memegang amanah, hendaklah dikembalikannya kepada pemiliknya! Jumlah faedah (riba) yang diambil dizaman jahiliyah hendaklah dibayar pada hari ini! Oleh karena itu, pertama sekali aku membayar tuntutuan bunga (riba) yang telah dibuat oleh bapak saudaraku (pamanku), Abbas bin Abdul Muttalib. Semua gelaran dan jabatan-jabatan di masa jahiliyah dihapuskan, kecuali Sadana (jabatan yang menguruskan ka'bah dan saqaya (jabatan yang membekalkan air kepada jemaah haji.)!"

"Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja, mestilah dibalas bunuh. Pembunuhan yang terjadi disebabkan tidak sengaja (bukan niat untuk membunuh) seperti menggunakan kayu atau batu, dendanya adalah seratus ekor unta. Barangsiapa yang menambahnya, maka itu dianggap sebagai amalan di zaman jahiliyah".

"Wahai manusia! Selepas tertegaknya sistem yang hak (benar), maka Syaitan akan hilang harapannya untuk disembah diatas muka bumi ini. Tetapi Syaitan akan bergembira sekiranya ia dipatuhi dalam dosa-dosa yang lain yang dianggap remeh !"

Rasulallah s.a.w.kemudian bertanya kepada jamaah yang hadir: "Adakah aku telah menyampaikan wasiatku ini kepadu kamu semua?"
Jamaah menjawab: "Ya, Rasulallah engkau telah menyampaikan pesanmu".
Nabi melanjutkan wasiatnya dengan memohon penyaksian dari Allah s.w.t. : "Ya Allah! Engkaulah yang menjadi saksi diantara kami !"

Rasulallah s.a.w. meneruskan khotbah beliau: "Wahai manusia! Wanita-wanita kamu, mempunyai beberapa hak keatas diri kamu, dan kamu juga mempunyai beberapa hak terhadap mereka. Adalah menjadi kewajiban terhadap mereka supaya tidak mengizinkan sesiapapun masuk ke dalam kamar tidur mereka kecuali kamu dan jangan membenarkan orang yang tidak kamu sukai, masuk kedalam rumah kamu. Mereka jangan melakukan zina. Jika mereka melakukannya, maka Allah membenarkan kamu memisahkan diri dari mereka. Keluarkan mereka dari kamar tidur kamu, dan kamu boleh memukul tubuh mereka dengan syarat  tidak meninggalkan bekas keatasnya".

 "Jika mereka berhenti dan mematuhi kamu, maka kamu bertanggung jawab untuk  menyara hidup mereka. Semestinya wanita berada di bawah perintah kamu dan tidak boleh bertindak sesuka hati mereka. Kamu telah mengambil mereka menjadi pasangan kamu sebagai amanah dari Allah s.w.t. serta menggunakan tubuh mereka dengan izin Allah. Oleh karena itu takutlah kepada Allah dalam hal wanita, dan asuhlah mereka dengan cara yang betul!"

"Wahai manusia! Ingatlah, aku telah menyampaikan wasiatku ini kepadamu.Ya Allah, Engkaulah yang menjadi saksi diatas kami".

Nabi s.a.w.melanjutkan khotbah beliau:"Wahai manusia, kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka masing-masing kamu dilarang keras mengambil harta saudaranya kecuali dengan seizin hatinya yang ikhlas.Bukankah aku telah menyampaikannya ? Ya Allah! Saksikanlah!.

Selanjutnya Nabi s.a.w.bersabda: "Janganlah kamu setelah aku meninggal nanti kembali kepada kafir, di mana sebahagian kamu memainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain. Bukankah aku telah meninggalkan untukmu panduan yang benar, bila kamu berpegang teguh dengannya, maka kamu tidak akan sesat, yakni kitab Allah (al-Quran). Wahai manusia !Sesungguhnya Tuhan kamu adalah satu,dan sesungguhnya kamu berasal dari satu bapak.Semua kamu dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia dari antara kamu semua adalah orang yang Taqwa. Tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab daripada yang bukan Arab,kecuali dengan taqwa. Wahai manusia bukankah aku telah menyampaikannya? Oh Tuhan saksikanlah !

"Maka hendaklah barang siapa yang hadir ditempat ini berkewajiban untuk menyampaikannya wasiatku ini kepada mereka yang tidak hadir." Ketika itu turunlah wahyu yang terakhir kepada Nabi kita s.a.w.yang bermaksud : "Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu.Aku cukupkan nikmatKu untukmu dan Aku rela Islam itu menjadi agamamu." (Q.S.al-Maidah;3)

Jika kita Ummat Islam mematuhi Wasiat Rasulallah s.a.w ini Insya-Allah akan bahagialah hidup kita didunia dan di akhirat, amin. Oleh karena itu marilah kita usahakan memperbanyak salinan dari Wasiat Nabi s.a.w. dan sampaikanlah dengan seluas mungkin kepada seluruh Ummat Islam. Ini lebih baik kita lakukan daripada membuat surat layang berisi fitnah,adu domba antara satu dengan lainnya,yang boleh membawa bencana kepada seluruh Kesatuan dan Perpaduan Ummat manusia. Akhirnya kita berdo'a kehazirat Ilahi, semoga menyatupadukan seluruh Ummat Islam dimanapun mereka berada dan dengan berkat Perpaduan dan kerjasama ini Ummat Islam akan kembali mencapai Zaman gemilangnya.Insya-Allah, amin.

Ya Allah ampunilah segala kesilapan kami, terimalah amalan kami yang tidak seberapa, tolonglah kami untuk menjadi suatu Ummat yang menjadi contoh teladan yang baik dan berguna kepada Ummat lainnya, Amin ya Rabbal 'Alamin.